Jumat, 29 Juli 2016

More intellegent = Less Religious ?


Bersujud adalah simbol kehambaan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa, karena itulah YME memerintahkan manusia untuk mensujudkan kepalanya (baca: otak), bukan hatinya bukan pula jantungnya.

Aku pernah baca di sebuah buku, komunikasi ada 3 lapis, yaitu komunikasi kepada diri sendiri, komunikasi kepada orang lain, dan terlebih komunikasi kepada Yang Maha Kuasa. Agama mengajarkan bahwa inti dari ibadah adalah doa, karena doa merupakan komunikasi antara manusia dengan Yang Maha Kuasa.


Kamu tidak dapat merasakan hidup tanpa menyadari bahwa kamu nantinya harus mati. Namun sama mustahilnya bagi kita untuk menyadari bahwa kita harus mati tanpa memikirkan betapa menakjubkannya hidup itu.
                 
“Pada satu titik, sesuatu berasal dari ketiadaan”


Agama dan filsafat merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan
                 
More intellegent less religious? I think no.
Ada yang bilang orang pintar ga butuh Tuhan ga butuh agama, they can exist with that. So they choose to be an atheist. Karena ilmu pengetahuan berifikir dengan logika dan dengan penemuan-penemuan yang ada.

Aku ga setuju, mungkin dia hanya punya kecerdasan Intelektual (IQ) saja, sedangkan banyak juga kecerdasan-kecerdasan lain seperti Emotional Quetient (EQ) dan Spritual Quoitient (SQ) atau digabung menjadi ESQ.
Banyak orang pintar sukses, kaya, punya segalanya tapi hatinya ga tentram. Dia masih mencari apa yang kurang dari dirinya padahal dia punya segalanya. Rupanya seseorang tersebut ga memiliki kecerdasan ESQ. Bisa jadi dia sukses dan kaya raya, tapi hubungan dengan teman keluarga sahabat dan Tuhannya  tidak baik, sehingga dia masih merasa kurang.
Oleh karena itu diperlukan kecerdasan IQ, EQ dan SQ yang baik, dengan gabungan ketiganya.


Sebaliknya di sekolah rata-rata sejak kecil kita hanya dididik mengenai kecerdasan Intelektual saja (IQ), padahal kemampuan emosi juga berperan penting. Percuma juga dong kalo pintar tapi dia tidak mampu mengendalikan emosinya dengan baik.


Orang makin pintar itu biasanya rasa ingin tahunya lebih tinggi sehingga ia mencari tahu akan keberadaan Tuhan dengan ilmu, science, belajar dari buku research dan lain-lain. Genius people think that, tapi semua tergantung pilihan dan preferensi masing-masing orang dan pilihan hidup mereka.
                                       

Apakah yang kita cari?

Terkait dengan pekerjaan, persoalan finansial, dan hidup terkadang “membutakan” mata dan hati, “menyempitkan akal” serta menjauhkan kita dari apa yang seharusnya menjadi milik kita yaitu ketentraman dan kebahagiaan hidup. Kemana “akal” kita dan apakah yang kita cari dalam hidup ini?


Ketika berhasil mencapai sukses materi, sebagian besar orang merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Hampa. Hidup kering. Mereka berfikir banyak uang akan membuat mereka bahagia tapi setelah mendapatkannya mereka merasa khawatir dan ketakutan. Takut uang itu hilang. Mereka berfikir rumah mewah akan membuat mereka bahagia, begitu mereka mendapatkannya mereka tidak tentram di dalamnya. Mereka banting tulang siang malam untuk membahagiakan keluarga tapi mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk bersama keluarga, sehingga kebersamaan itu jauh.


Hidup adalah pilihan dan kita harus memilih. Apapun yang kita pilih haruslah yang mendatangklan kebahagiaan dan juga keberkahan bagi diri kita dan benar-benar harus muncul dari hati kita. So, what you choose?




Let’s talk and ask about life, success, truth, mind, heart, and eternal life

Jumat, 19 Februari 2016

Entahlah

Beberapa bulan terakhir seringkali aku mengeluh tentang hidup, tentang hari ini, tentang semua kesulitan yang sedang aku hadapi saat ini. Entahlah, mungkin aku terlalu fokus dengan hal-hal yang gagal aku raih, atau mungkin terlalu memikirkan masa depan yang datangnya pun sebenarnya masih lama. Heran, kenapa ya manusia ini suka sekali antara berharap pada masa depan, atau terjebak masa lalu? Jarang sekali rasanya kita bener-bener menikmati hari ini. Apa aku kurang bersyukur? Entahlah, apa pula definisi syukur itu aku belum terlalu paham. Rasanya kalau bersyukur itu terkadang membangun kesan bahwa aku masih selamat dari malapetaka. Seperti, Syukurlah aku masih bisa senang hari ini, karena mungkin saja besok aku sedih. Sedangkan memang begitulah hidup, senang sedih, berdua akan selalu berdampingan. Keduanya harus kita jalani dengan penuh kesadaran. Tapi tentunya itu sulit. Kesadaran penuh. Sangatlah sulit. Apalagi menyadari bahwa senang ataupun sedih, yang riil hanya saat ini. Apapun itu rasa yang kita alami, dia hadir di saat ini. Lupakan apa yang ada di pikiran, yang mencoba membawa ke masa depan, ke masa lalu, untuk menghindar saat ini. Yang nyata adalah yang ada di depan mata. Yang nyata adalah saat ini. Itulah satu kesadaran yang mendadak menghampiriku saat sedang melamun memandang laut yang tanpa batas. Debur ombak yang tak berbatas. Indah sekali rasanya dibuai ketidakmungkinan itu, menjadi suatu kesatuan yang tak terbatas. Di saat itulah aku menyadari bahwa semua yang ada adalah yang terbaik. Bahwa keindahan selalu hadir dalam kesatuan tak berbatas, bersamaan dengan kehancuran. Keduanya ada menjelma dalam suatu keseimbangan, dan di titik seimbang itulah ketenangan ada. Apakah ia suatu tempat, mungkin. Suatu rasa, mungkin juga. Aku lupa. Apapun bentuknya, kehadirannya tak pernah lama. Hanya sekejap, bahkan kehadirannya ironisnya tak bisa disadari.

Selasa, 26 Januari 2016

My Personality


I would like to say about my personality based on my things I likes and dislikes. Here we are:

Likes:
- A Taurus and an O blood type.
- Open minded.
- Love doing sports and physical activities.
- I know how to find joy from the simple things in life.
- Hard working.
- I’m quite a driven person.
- A good listener and a fast learner.
- I think I’m fairly creative, and I love arts because my room is quite messy with pictures and “DIY” things.
- My favorite part of my body would be my eyes and my hair. But in that case I’m wearing a glasses.

Dislikes:
- My stubbornness.
- Occasional outbursts of temper.
- Being a quiet and reserved person (if I don’t really know you).
- Cautious and quite pessimistic at times.
- Spend a lot of time thinking of things that stress myself out.
- Sometimes I lack self confidence.
- Inconsistency and commitment issues.


I think my zodiac/horoscope fits my personality. I love horoscopes, this is an interesting topic. My birthdate falls on May 6st, which means I was born on the Taurus (A Bull). I think that the Taurus sign, fits me better. I’m quite a patient person. But while I’m patient, I have a really big tendency to become lazy, especially when ordered to do something. Sometimes I won’t move a muscle till I’m motivated to get up and work. 
Another characteristic or personality of mine is my stubbornness and that is definitely a Taurus trait. I can be unbelievably stubborn and inflexible. But I guess there are also some good Taurean traits that I posses (hopefully). Some of them are: persistence, independence, and determination.
Another interesting thing I read about Taureans is that Taurus is ruled by the Planet Venus. In ancient Roman mythology, Venus (and her Greek equivalent, Aphrodite) was the goddess of love, beauty and pleasure. She represented joy, happiness and appreciation of beautiful things. On the negative side, her appreciation for sweets and luxury could result in overindulgence, which is so ‘me’ sometimes.

Taurus people with blood type O are slow at making decisions as they are very careful and don’t like to make mistakes. Taurus daily horoscope indicates that Taurus personalities with blood type O are very hard working and often people may consider them as very indecisive, yet such persons are much focused and they devote themselves completely to achieve their goals. Taurus people with blood type O should remain cautious while choosing their career and it would be better if they prefer such careers which suit their basic nature.

But then again, these kind of things are just for fun. Nothing that I take too seriously. But if I had to choose , I’d definitely happy to be the Bull :)


Senin, 21 Desember 2015

Sometimes people just want to be happy, even if it’s not real.

“Sometimes people just want to be happy, even if it’s not real.”Veronica Roth, Insurgent

Quote favorite banget di divergent series: Insurgent.

Keinginan membaca divergent muncul ketika aku pertama kali liat filmnya. Cerita Divergent itu ibaratnya kayak gabungan The Hunger Games dan Harry Potter. I adore with Beatrice Prior (Tris)  and Tobias Eaton (Four). Aku suka tris, dia jagoan cewek yang tak kenal putus asa dan berani, tipe yang kusuka. She’s brave an just being her, ga peduli dia lahir di faksi mana. Yang terpenting adalah apa yang ada di dalam dirinya dan dia jujur akan hal itu.

Mungkin yang udah liat duluan The Hunger Games pasti membanding-bandingkan Tris dengan Katniss Everdeen “The Hunger Games”. Tapi enggak tau kenapa, aku lebih tertarik dengan kepribadian Tris. Entah terlepas dari pemeran utamanya diperanin sama Shailene Woodley apa enggak, yang jelas di film The Fault in Our stars, Shai dengan bagusnya memerankan cewek pengidap kanker. Yang kerennya, aku melihat 2 kepribadian yang berbeda. So thats good...

Here is my book collection :)


“ I want to be Brave, and Selfless,
and smart, and Kind, and honest.”
Tobias Eaton

ini kayak udah tergambar semua gitu di tattonya, keren sih...

Aku udah baca semua trilogi divergent, tapi menurutku yang paling bagus adalah seri pertama dan kedua. Meskipun seharusnya buku yang terakhir menjadi pamungkas, aku sempat bosen baca di awal-awal buku “Allegiant”. Tapi yang jelas, endingnya bikin sedih banget. Film pertama “Divergent” menurutku udah sesuai lah sama kayak di novel, meski ada beberapa part yang dicepetin. Mostly novel yang  diadaptasi kebanyakan gitu sih, jadi ga heran buat mempersingkat durasi film. Terus ada “Insurgent” film kedua yang habis tayang di bioskop tahun 2015 ini. Karena udah baca novel yang pertama, jadi kebanyakan cerita di film banyak yang ketebak. Cuman kekurangan cerita fiksi itu kadang ga masuk diakal, tapi kalo buat aku yang demen cerita fiksi yang imajinatif ya sah-sah. Toh itu haknya penulis mau bikin cerita kayak gimana, semua tergantung selera. Hehehe...

Setelah baca buku ini, mungkin ada pesan yang bisa kita petik, cekidot:
1. Pintar-pintarlah dalam memilih temanmu, terkadang temanmu bisa berbalik menyerang dan menjadi musuhmu. Maybe I’m a picky friend, aku kadang ogah temenan sama orang yang sekiranya ga tulus sama aku, ga munak. Because I’m not a fake person, aku ga suka orang yang kelihatan baik di depan tapi ternyata ada maksud di belakang. Jahat sih, yaudah. Namanya juga idup wkwk
2. Belajarlah untuk selalu berani, mengatasi ketakutan dan kepengecutan namun juga selalu mementingkan kepentingan orang lain. Be brave dude
3. Faction before blood? No.. kamu ga akan bisa pernah melupakan dari mana kamu lahir walaupun kamu yang sekarang berbeda dari apa dan bagaimana kamu dulu di lahirkan dan dibesarkan . “Once Family, Still A family”.


Favorite part di film? Hmmm banyak mungkin??
I reached out to Divergent lovers to discover which scenes from the book they are most excited to see come to life in the film. Here we go...

·         Beatrice’s First Simulation: This is the moment in which we learn about “Beatrice” being “Divergent.” “Tori” oversees her “cheese or knife” simulation and finds that she has a real reason to feel conflicted about her choice . . . and to hide. Indeed, one has to wonder how this simulation, and others which follow, will “look” in the film.


beatrice simulatiom

·         The Choosing Ceremony: It happens early in the book, but it is crucial. The “Hub” becomes a place wherein “Beatrice” and “Caleb” select their futures – and choose whether they will spend their lives with eachother and their parents or not.



and then beatrice just choose dauntless for her faction...
·         Initiation: “First jumper!” When the “Stiff” ditches her gray robe and takes the first leap into the brave unknown, it is a turning point in the story. Fans also pointed to her first jump onto the train and her decision to get tattoos as must-see moments in the Divergent film adaptation.
first jumper


·         Knife to the Ear: As “Tris” is moving quickly up the ladder of initiates, “Four” finds a way to knock her down a peg . . . for her own good. “Tris” stands up to “Eric” as he tortures the frightened “Al,” and “Four” is made to throw knives at a target just behind her. He causes one to nick her ear just to show that he has no favoritism for her, and many have said they’re excited to see this play out.

four melempar pisau ke tris
·         First Kiss: Of course this is a must-see. That goes without saying.
adorable scene tris and tobias
·         Fear Landscapes: “Tris” journeys into a few different fear landscapes throughout Divergent, but the ones fans were most responsive to seeing on-screen were her own and “Four’s.”

four fear landscape, dan tris mencoba masuk ke dalam ketakutan four

So, what moments are you most excited about seeing come to life on film? Share your thoughts in the comments below!

                                                                 

Jumat, 03 April 2015

Dengarkan Curhatku

Dengarkan Curhatku

repost from notes on my facebook
Dear Laki-laki yang ada di hidupku:

Mau Ebesku, Mantan, Pacar, Sahabat, TTM, yg ga jelas juga bisa.


1. Bes, aku tau aku ga pernah bikin bapak seneng aku selalu nyusahin, but the truth is I Love You :(
2. Tolong hargain cewek. We need you guys to respect us :) (Y)
3. Jangan ngasih aku terlalu banyak HARAPAN !!
4. I will never ever come back !! I hate all the old memories that we’ve made .
5. Kalian mahkluk yang luar biasa, tapi kami, wanita lebih luar biasa dari anda. Kami bisa ngeluarin anak loh dari dalam perut kami, berdarah darah lagi. KAMI KUAT, GA LEMAH !!
6. Sometimes I can be bitchy just to get your attention .
7. Sejahat jahat kamu sama aku, tapi aku tetep sabar ngadapin kamu. (Kuatnya wanita)
8. Kami kena PMS, marah-marah itu wajar. Jadi mohon di mengerti :)
9. Mantan ? Ohh 60 % kami hampir ga perna ngomongin kalian .
10. Ketahuan selingkuh ?  Oh ga papa, masi ada satu kesempatan lagi kok dari aku .
11. Maap ya, tapi aku bukan tipe cewek yang suka ditelpon sama di smsin tiap menit (kecuali kalo ada obrolan yg menarik ^^)
12. If youre too overprotective I’ll dump you !!!
13. Kalian sering bikin aku nangis T.T ( GA MUNAK KAN  ? )
14. Yang aku liat dari kamu itu ada 3. Senyum, pandangan mata, sama selera humor :)
15. Kadang cowok pemalu itu nyesek, but they're actually smexy <3
16. Urusan diterima atau ditolak itu urusan belakang. Yang penting coba dulu. Itu baru jantan .
17. Jangan nembak dari sms lah, atau telpon. Face to face dong bro. Hahahah
18. Love at the first sight :) siapa takut .
19. Aku sukak dipeluk, dirangkul dan gandengan tangan :). SANGAT SUKA .
20. Aku berharap semua cowok bisa sama pikirannya sama Edward Cullen. Yang nunggu saat yang tepat ( Hari pernikahan ) buat having sex. AMIN :)
21. Cowok yang bener bener sayang ma ceweknya ga bakalan ngerusak ceweknya sendiri .
22. Aku sukak ditulisin surat cinta. Aneh sih, tapi ga peduli ah !
23. Date impian : ke pantai lari lari kek di film india hahaha, nonton konser, dan piknik di taman .
24. Aku berharap cowokku mau diajak photo box, masang mukak aneh, dan ga gengsian :)
25. AKU SUKAK ANAK BAND, ANAK SKATE JUGA, a lil bit emo juga ga masalah .haha :D
26. Bad boys always makes me curious about them. REALLY !!!
27. Belikkan aku balon lah :D Mesti ada 10 ya, warna warni. Trus belikkan aku cotton candy juga yang warna pink . That must be so sweet :)
28. Kalo kamu bisa main gitar, trus nyanyi lagu yg romantis. Siap siap buat aku jadi meleleh ya . wkwkk :p
29. Jangan cemburu kalo aku sering ceritain tentang idolaku. Ga usah sirik :D
30. Dipuji aku loncat loncat, dijelek-jelekin aku “ MAU NYAKAR MUKAMU”.


and the last, thanks for coming to my life :)